Harakiri

Harakiri ★★★★

Sebuah baju zirah samurai berdiri dengan tegak di suatu ruangan di kediaman Klan Iyi. Bagi Klan Iyi sendiri baju zirah itu merupakan lambang kejayaan masa lalu mereka. Sebuah lambang yang digunakan untuk melestarikan tradisi dan aturan seorang samurai (samurai's code/bushido) yang mereka pegang dengan teguh. Baju zirah tersebut menjadi gambar paling memorable di filmnya. Baju zirah tersebut muncul dua kali: di awal dan akhir filmnya. Saat mencapai akhir—dan penonton telah mengetahui kisah filmnya, baju zirah tersebut berubah menjadi simbol yang menunjukan kemunafikan Klan Iyi (atau bahkan struktur masyarakat) terhadap tradisi dan aturan yang mereka pegang dengan teguh. It's empty and becomes a facade of honor to hide the political hypocrisy in their clan.

Filmnya merupakan penggambaran dimana bushido yang menjadikan para samurai sosok agung dan keren merupakan suatu hal yang tidak sempurna. Hal ini terjadi karena manusia sendiri merupakan makhluk yang jauh dari kesempurnaan. Di era damai dimana para samurai menjadi ronin yang miskin, bushido menjadi hal yang cacat. Pedang sudah tidak ada gunanya saat tidak ada lagi yang bisa dilindungi dan seppukku dijadikan alat untuk mendapat keuntungan. Masaki Kobayashi tidak benar-benar memberi kritik terhadap aturan dan sistem yang berlaku, bagi saya ia justru menunjukan bagaimana aturan tersebut jika diterapkan di lingkungan yang tidak mendukung.

Kobayashi memberi penonton alasan mengapa para tokohnya melakukan tindakan yang berlawan dengan aturan tersebut dan menggunakannya hanya sebagai topeng. Alasan tersebut begitu menyayat hati dan membuat saya berpikir bahwa sebaiknya kita tidak boleh menelan mentah-mentah sebuah tradisi dan aturan tanpa mempertanyakan kebenaran dan memandang situasi dan jaman dimana kita hidup. Jelas, tidak semua tradisi bisa selalu diterapkan. Seiring berjalannya waktu, kondisi suatu lingkungan lah yang perlu diperhatikan sehingga tradisi dan aturan yang ingin dilestarikan tetal dapat berjalan dan tidak menjadi hampa dan kehilangan intinya seperti bushido di film Harakiri. Filmnya menempatkan tokoh utama dan penonton dalam dilema yang merujung mempertanyakan nilai moral dan benar-salah dalam sistem yang kita percayai selama ini.

Seven Samurai karya Kurosawa jadi contoh bagaiman nilai-nilai dan aturan seorang samurai dapat diterapkan oleh para ronin tak bertuan di era damai.

Deo liked these reviews