Dune

Dune ★★★★

Setelah adaptasi mengecewakan oleh David Lynch dikarenakan ikut campurnya pihak studio, dan film-film sukses yang terinspirasi dari novelnya seperti Star Wars dan Studio Ghibli's Nausicaa, akhirnya sekarang kita mendapat adaptasi langsung yang baik lewat visi mengagumkan Denis Villeneuve. Dune: Part One merupakan film yang ambisius dimana keambisiusan Villeneuve sendiri dalam memindahkan setiap kata tulisan Frank Herbert menjadi bahasa sinematis patut diberikan nilai plus.

Sepertinya sangat sulit untuk mengadaptasi Dune kedalam media film. Sebaik apapun Villeneuve dalam menutur cerita, dapat terlihat bagaimana di awal, ia terlihat sedikit kewalahan dalam menyimbangkan perkenalan karakter, mitologi, dan world-buildingnya sehingga di awal filmnya terasa terburu-buru dan main lompat dari satu adegan ke adegan lain. Di awal film, Dune masih terlihat berusaha untuk mencari ritme yang pas dalam menutur ceritanya namun saya tetap kagum melihat bagaimana Villeneuve berhasil menghidupkan dunia mendetil tulisan Herbert.

Aspek teknis filmnya sangat lah memukau, dengan visual indah, kostum yang memberikan kesan kaya akan budaya, hingga musik Hans Zimmer yang berhasil membuat eargasm. Semua hal itu, digabung dengan eksekusi mantap Villeneuve dan akting para pemainnya membuat Dune menjadi film yang terasa sangat epik. Dikarenakan Dune: Part One hanya mengadaptasi setengah novel pertamanya, maka wajar dimana filmnya terasa tidak memiliki konklusi epik yang memuaskan, terasa downbeat, dan sangat sederhana.

Dune: Part One lebih mengedepankan pengenalan dunia dan mitologi kisahnya dimana eksplorasi karakternya lumayan minim. Seperti novel dan dua film sci-fi karya Villeneuve sebelumnya, Dune merupakan kisah fiksi ilmiah yang pada dasarnya tetap membahas mengenai manusia itu sendiri ketimbang seberapa canggih dan kerennya teknologi ataupun planet asing yang megah. Dune tetaplah tentang umat manusia itu sendiri dan ekologinya beserta budaya dan kepercayaan yang akan selalu mendampingi mereka, semaju apapun teknologi yang telah berkembang.

Kisah mengenai "Yang Terpilih" dikemas bagaikan kisah Nabi dengan nuansa budaya islam dan negara-negara Arab (Cukup mixed sih dengan keputusan menghilangkan kata jihad, dan filmnya ngetone down budaya islamnya). Namun kisah sosok Savior Dune bukanlah tipikal kisah "Yang Terpilih" pada umumnya. Kisah Dune bergerak sebagai kritik akan tipikal kisah "Yang Terpilih". Selain itu, konflik politik yang terasa sangat relate dengan di kehidupan nyata mengenai pemegang kuasa adalah yang menguasai sumber daya menjadikan filmnya lebih menarik ketimbang kebanyakan film blockbuster pada umumnya.

Deo liked these reviews

All