Favorite films

  • Parasite
  • Ugetsu
  • A Brighter Summer Day
  • Fanny and Alexander

Recent activity

All
  • Jujutsu Kaisen

    ★★★½

  • Free Guy

    ★★★½

  • Censor

    ★★★½

  • The Magician

    ★★★★

Recent reviews

More
  • Jujutsu Kaisen

    Jujutsu Kaisen

    ★★★½

    Jujutsu Kaisen is definitely trying to break some of Shonen's tropes, and it's a really nice surprise. It's not your typical underdog story because the main character's purpose isn't something big like becoming a Hokage or change the world to be a better place. No, simply he just doesn't want to die and no one remember him. It doesn't sound amazing isn't it? It's kind of suck, but it's actually very human and quite realistic in my opinion. The main…

  • Censor

    Censor

    ★★★½

    Censor adalah homage yang elegan terhadap nasty films tanpa perlu menjadi jenis film itu sendiri sebagaimana Berberian Sound Studio terhadap giallo. Censor adalah sebuah penghormatan yang cukup baik walau pada akhirnya filmnya memutuskan untuk berfokus pada penggalian kondisi mental sang tokoh utama dan melupakan segala hal menarik mengenai nasty films dan kondisi politik pada dekade 80-an di Inggris. Penggalian kondisi mentalnya juga tidak semulus dan semendalam Berberian Sound Studio atau yang terbaru ini, Saint Maud. It's just all context without…

Popular reviews

More
  • Tenet

    Tenet

    ★★★★

    "Don't try to understand it. Feel it".

    Sangat berharap Nolan benar-benar mengaplikasikan kalimat tersebut dalam filmnya, sayangnya tidak. Saat Tenet berulang kali menjelaskan aturan mengenai inverted time, saat itulah filmnya terasa melelahkan. Semakin dijelaskan lewat dialog, semakin terlihat memusingkan aturan dalam filmnya. Menurut saya bukanlah suatu hal yang benar-benar penting untuk menjelaskan hal tersebut berulang-ulang, toh penonton juga tidak sebodoh itu. Melihat Tenet bagaikan diajari pelajaran fisika oleh guru yang kurang mahir dalam mengajar. Pertama kali dijelaskan, para murid akan…

  • Mank

    Mank

    ★★★★½

    Mank adalah film mengagumkan yang penuh akan detil Hollywood era 30-an. Bukan sebuah playful throwback seperti beberapa film lainnya (Once Upon a Time in Hollywood atau Hail, Caesar! ) sehingga Mank bukan lah sebuah film yang asik untuk diikuti. Film garapan Fincher ini tidak mencoba untuk merangkul atau membuat nyaman yang melihat, penonton diajak untuk mengamati setiap detil yang dihadirkan dalam kisahnya. Jika penonton tidak ikut berpartisipasi, maka akan kesulitan dalam menikmati film ini dan langsung menganggap filmnya membosankan dan…